Senin, 06 Juni 2016

Daun jatuh

Diposting oleh Jingga Langit Tenggara di 09.40 0 komentar

Dia bilang, daun yang jatuh mungkin karena memang sudah kering dan sudah waktu baginya untuk jatuh. Mungkinkah sama dengan yang harus ku lakukan?
Berhentilah, untuk apa menunggu lebih lama lagi,bahkan sampai perasaanmu dalam dia tidak akan pernah tau kan?
Aku akan berhenti sama seperti daun kering tadi, aku akan berhenti saat aku lelah pada perasaan ini :")

Sabtu, 21 Mei 2016

tentang perasaan

Diposting oleh Jingga Langit Tenggara di 03.36 0 komentar

20 Juli 2015

aku menyukaimu, apa tanda-tandanya tidak jelas?
kau pergi meninggalkanku, tetapi mengapa kau meninggalkan perasaanmu bersamaku disini?
kau membuatku untuk menyerah padamu, tapi mengapa seolah kau menyuruhku untuk tetap berjuang untuk perasaanku?
Kau menyuruhku untuk menebas habis perasaanku ini agar tidak mekar? tetapi mengapa kau menyiraminya agar tetap tumbuh?
mengapa kau terus membuatku memikirkanmu sedangkan ada orang lain yang mengganggu pikiranmu?
kau yang membuatku jatuh padamu, tetapi mengapa kau tak mengulurkan tangan dan menolongku?

YOU

Diposting oleh Jingga Langit Tenggara di 03.31 0 komentar

Purwokerto
20 Juli 2015

harusnya aku tau sejak awal, harusnya aku sadar, hatimu bukanlah untukku, pada akhirnya aku tau, tau bahwa ternyata ada orang lain disana. Aku tau cepat atau lambat pada akhirnya aku tau, tau dia yang kau rindukan , dia yang membuat hari harimu tidak tenang, dia yang selalu kau gelisahkan dan dia yang selama ini kau tunggu. Aku sadar kesempatanku mungkin ada karena pada kenyataannya dia yang kau nanti, sudah ada hati yang mengisinya disana, tapi melihat sikapmu, sepertinya akan sulit, kau sendiri saja sulit untuk merelakannya, melepaskannya, atau mungkin kau menunggunya sampai hatinya kosong untuk kau isi? entahlah ...
yang aku tau hatiku mulai meragu pada dirimu, haruskah aku tetap menunggumu ? atau menyerah pada perasaan ini? tolong berikan jawabnya walau aku tau, aku sendiri tak pernah berani untuk menanyakannya.
sampai saat itu tiba , tiba untuk menyerah padamu, aku berjanji untuk tidak menyesal pernah menyukaimu :"))

Jumat, 31 Januari 2014

Never ending story, yeah I know.

Diposting oleh Jingga Langit Tenggara di 08.27 0 komentar

Masa SMA memang membekas , sangat membekas, semuanya , semuanya. Hanya memikirkannya saja membuatku ingin kembali ke masa itu, kembali ke kenangan itu, kembali menjadi bagian cerita itu, lagi, bersama semua teman-temanku. Ah sesak rasanya, saat aku tahu , saat aku memikirkannya kita sudah tak bersama lagi dalam sebuah cerita. Semuanya, rasa senang, sedih, kesal, bete,  semuanya aku mau kembali lagi, bersama kalian tentunya. Aku mau memakai seragam itu lagi, aku mau, kembali berbaur bersama kalian dan cerita itu kembali, menyelesaikan cerita yang harus berhenti tanpa tahu siapa yang harus mengakhirinya. Aku merindukan kalian, sungguh. Ternyata rasa bosan di kelas itu sungguh amat aku rindukan saat ini. Tapi bukankah waktu terus bergulir, kita tumbuh dan kita menua.

Kamis, 16 Januari 2014

Yaaaaaah Aku Bilang

Diposting oleh Jingga Langit Tenggara di 08.19 0 komentar


Aku bilang aku tak memikirkannya, aku bilang aku sudah melupakannya, aku bilang rasa ini sudah pergi untuknya, yaaah aku bilang. . . .
Aku bilang untuk tak pernah tahu kehidupannya, aku bilang untuk berhenti mengharapkannya, yaaaah aku bilang. . .
Aku bilang tak akan ada kesempatan lagi untuknya, aku bilang biarlah cerita yang lalu sebagai kenangan yang indah pada waktunya, yaaah aku bilang. . .
Tapi saat aku mendengar sedikit saja kabar darimu, aku mulai meragu, apakah rasa itu memang sudah benar-benar pergi? Atau masih ada sedikit lagi yang tertinggal? Aku tak tahu, yang jelas aku tahu aku merindukanmu . . . Entah masih dengan rasa yang sama atau sudah berubah, tapi aku tahu, dirimu sejenak terlintas dalam benakku, yah cukup aku tahu. . .

Rabu, 21 Agustus 2013

Aku sudah melupakannya . . .

Diposting oleh Jingga Langit Tenggara di 10.16 0 komentar


Aku sudah melupakannya, sungguh. Rasa ku terhadapnya, aku sudah lupa. Awalnya aku ragu, tapi ternyata semudah itu. Aku hanya cukup untuk tak mengharapkannya. Aku sudah sadar. Aku terlalu percaya pada ilusi hatiku. Apakah aku sakit hati? Sama sekali tidak. Saat aku tersadar dari ilusi hatiku ini, aku tahu, aku harus melupakannya, melupakan perasaan ini. Biarkan saja tertinggal disana. Disana tanpa aku tahu tempatnya. Biarkanlah rasa itu pergi, dan tak pernah sekalipun aku mengharapkannya kembali. Toh, hanya aku yang merasakannya, hahaha. Aku bahagia, entah mengapa aku merasa lebih ringan, maksudku aku merasa tidak terbebani atau apalah. Aku bahagia aku melupakannya. Aku bahagia rasaku untuknya sudah tidak ada. Jangan sampai aku terjebak dalam ilusi hati yang berkepanjangan. Aku mulai menata hati, dan tersenyum menyambut dunia. Halo semuanya. Jangan galau hanya karna seseorang yang bahkan tidak memikirkanmu , buanglah ilusi hatimu itu dan sadar, bahwa masih banyak hal yang membahagiakan lainnya, jangan sampai kau lewatkan.

Kamis, 04 Juli 2013

Pertemuan dan Perpisahan

Diposting oleh Jingga Langit Tenggara di 08.18 0 komentar
Apakah arti dari sebuah pertemuan? Kau baru tahu jawabannya setelah merasakan sebuah perpisahan. Saat kau berada dalam lingkungan yang baru, kau juga akan bertemu dengan orang-orang baru. Mulai belajar beradaptasi dan mengenal sekitar. Tapi siapa sangka pertemuan dan perkenalan yang sederhana itu akan membawamu dalam jenjang kehidupan yang lebih dewasa, dewasa menerima dan melepaskan. Seperti itulah kiranya, kau akan tahu jawabannya setelah kau merasakannya. Sakit? Tentu saja, dimanapun ada perpisahan pasti akan terasa menyakitkan, tapi jika memahami arti pertemuan, semuanya akan terasa indah. Ikhlas menerima dan ikhlas untuk melepaskan.

 

Langit Jingga Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei